Akibat dari terbiasa pertama
Di saat kau berdiri di hadapan gua yang tanpa penerangan
sama sekali, gua yang benar-benar gelap,
Awalnya Kau mengatakan bahwa di dalam sana menyeramkan di
dalam sana suasananya pasti mencekam karena kegelapan yang pekat. Dan membuatmu
tak mau memasukinya.
Namun semua Teman-temanmu telah memasukinya dan engkau pun
memutuskan untuk mengikuti semua temanmu yaitu memasukki gua itu karena kau tak
mau menunggu sendiri di luar gua.
Dan yang terjadi adalah dirimu merasakan ketakutan yang luar
biasa ketakutan yang membuatmu keluar dari dalam gua itu dengan berlari, tetapi
bebrapa lama kau telah menunggu dan kau mulai tak mampu terus bersabar dan
benar-benar sudah taksabar, kau pun kembali memutuskan kembali masuk ke dalam
gua dan mencari teman-temanmu tapi kembali kau rasakan ketakutan luar biasa itu
tapi kali ini kau coba mengatasi kutakutanmu itu dengan berhenti sejenak dan
coba menenangkan dirimu namun yang terjdi benar-benar membuatmu heran karena
tiba-tiba saja gua yang tadinya benar-benar gelap kini terlihat tidak terlalu
gelap makin lama makin terlihat bertambah terang, seperti di sinari oleh cahaya
lampu.
Yang tadinya kau tak dapat melihat lantai dari gua itu,
namun kini kau dapat melihanya bahkan dengan jelas,
Yang tadinya bahkan kau tak mampu melihat bagaimana gerangan
bentuk dinding gua itu namun kini kau dapat melihatnya dengan jelas bahkan
membuatmu benar-benar ini menyentuh dinding dan lantainya.
Hingga akhirnya kau merasakan keasikan berada di dalam gua
itu, kau tak harus tersengat teriknya cahaya matahari di luar gua itu.
Kau bahkan terus berjalan menelusuri gua itu, kini tak ada
rasa takut yang kau rasakan kini yang kau rasakan hanyalah kenyamanan apa lagi
dengan suasana sejuk yang tersaji dalam gua di karenakan mata air yang sangat
menggodamu untuk duduk di pinggiran mata air itu bahkan hingga kau tergoda dan
memutuskan untuk masuk ke dalam air itu untuk merasakan segarnya air yang
membasahi tubuhmu yang tadinya merasa panas sangat akibat sambaran teriknya
matahari.
Namun kau terus bertahan di dalam gua walau satu persatu orang
telah meninggalkan gua itu, dan kau terus memutuskan untuk merendam dirimu
dalam air yang sejuk itu, tanpa menyadari di luar gua hari semakin petang dan tanpa
mengingat bahkan menyadari bahwa gua menjadi semakin gelap karena tidak adanya
cahaya terik yang meneranginya lagi.
Kau masih saja berada di dalam kolam penuh air itu, kau
bahkan duduk dengan santai di sisi dangkal kolam itu bahkan tanpa sadar kau
tertidur.
Dan saat kau terbangun gua sudah benar-benar dalam keadaan
gelap gulita dan tanpa cahaya sama sekali bahkan kini air yang tadinya sejuk
sudah menjadi air yang sangat dingin dan membuat tubuh menggigil.
Kau pun langsung berdiri ketakutan namun kau langsung
terpeleset hingga masuk ke dasar kolam, dasar kolam yang dalam mempunyai air
lebih dingin lagi. Dinginnya air membuat seluruh tubuhmu keram hingga tak mampu
menggerakan tubuh untuk naik ke permukaan, dan akhirnya yang terjadi kau tewas
di dalam mata air sebuah gua dengan air yang dingin.
Komentar
Posting Komentar