Topeng..
Perjalanan panjang di mulai sejak beberapa bulan yang lalu, di mana
pikiran di paksa untuk memutuskan semuanya sendiri tanpa pengaruh orang lain.
Menjadi orang pemikir merupakan suatu kesulitan yang sangat menyakitkan,
pemikir yang bagaimana? Uups yang pasti bukan seorang pemikir seperti para
ilmuan, ada rasa ingin mencari tau apa ini bisa di sembuhkan, apa ini penyakit,
atau ini kelainan atau bahkan psikologi yang tidak normal itu yang ingin di
cari tau, tapi tak banyak yang di ketahui oleh gadis remaja itu.
Semua hal dari masa lalu bahkan hal di masa yang akan datang juga sangat
di pikirkan mendetail bahkan menyakiti diri sendiri, bahkan menyiksa diri
sendiri, “Apa segitu rumitnya kehidupan yang akan datang, apakah segitu sialnya
kehidupan yang lalu?” kembali bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Tapi apa
yang bisa remaja itu lakukan dia hanya bisa memendam semuanya sendiri, hanya ia
dan Tuhannya yang tau betapa sulitnya menjadi orang yang pemikir, betapa
tersiksanya hingga kadang merasa sangat tersakiti.
Yap remaja satu ini sangat pemikir bahkan bisa di bilang sangat membawa
semua hal ke dalam perasaannya, dan yang remaja ini yakini adalah TIDAK ADA
YANG TAU DIRIMU SELAIN KAMU SENDIRI DAN TUHANMU banyak orang yang selalu
berkata udan aku ngerti, udah aku paham kok, aku tau apa yang kamu rasain kok,
dan masih banyak kata lainnya.
Tapi apakah semua orang sadar tidak ada yang mengetahui dirinya sendiri
melainkan dirinya sendiri. Topeng tebal selalu di pakainya setiap hari, topeng
tebal yang sudah mendukung dan bahkan menyusahkan, topeng tebal yang bahkan
tidak diketahui orang terdekatnya. Apa yang harus gadis remaja ini lakukan di
saat semua orang berkata sangat mengetahui tentangnya, padahal sangatlah banyak
rahasia yang ia simpan sendiri, sangat banyak rasa sakit yang masih tertinggal,
sangat banyak rasa troma yang masih tertinggal, namun gadis remaja ini tak
mampu membagikannya kesiapa pun, yang ia tau hanyalah bertahan di balik topeng
walaupun itu menyakitinya.
Komentar
Posting Komentar