Malam yang Panjang

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Yaa, setelah sekian lama tulisan terakhir aku tulis, sudah hampir 3 bulan berlalu masa-masa yang luar biasa..
dan jujur untuk malam ini banyak sekali emm bukan banyak sekali sih tapi aku nya yang bingung mau ngerjain apa, apa ngerjain Bab 1 Proposal tugas akhir, atau cari metode kompresi atau mau mengisi kembali blok yang sudah lama sekali tak berbunyi. sebenarnya banyak sekali kewajiban yang harus aku selesaikan yang harus aku pertanggung jawabkan dan banyak sekali yang sudah terlalaikan dalam kesadaranku atau pun ketidak sadaranku. Allah lah yang maha memberikan kita waktu dan dia pun tau untuk apa waktu itu akan kita pergunakan di kemudian hari. Ya Allah semoga tulisan di pagi buta ini tak menjadi sebuah draf belaka seperti banyaknya tulisanku.


Senja mampu membungkam,
Senja mampu menenangkan,
Senja pun mampun membuat setiap mata yang memandangnya menjadi terpukau,
tapi janganlah lupa bahwa..
Senja mampu menyakiti
Senja mampu membuat gelisa
dan Senja pun mampu meruntuhkan kepercayaan diri..

Certia-cerita perlahkan aku tuliskan dengan rangkaian yang begitu kuperhatikan, kurangnya literasi yang aku miliki membuat tulisan yang ku buat masih begitu buruk dan sangat berat untuk menarik banyak pembaca, kepercayaan diri ku layaknya gelombang di tengah lautan lepas yang akan naik, turun serta berbelok ke sana kemari mengikuti liarnya angin. Banyak cerita yang ingin ku sampaikan, banyak kata haru lembut yang inginku sampaikan tapi kusadari diriku belum lah seberani Afi Nihaya remaja Banyuangi.

Aku pun belum begitu memahami apa gerangan keahlian yang aku miliki, segala hal coba kulakukan sekuat tenaga dan sepenuh hati dan yang aku sadari aku menyukai seluruh aktifitas itu. Namun dengan perlahan ku sadari aku bahagia dan dapat berekspresi sebebas mungkin saat aku berada di hadapan laptop yang sudah menungguku untuk menekan satu persatu tombolnya. Dan kini perlahan ku tuliskan seluruh yang ingin kusampaikan, perlahan kurasakan inilah yang aku sukai. Merangkai kalimat-kalimat di bawah ribuan bintang yang sedang menatapku tajam.

Banyak harusnya wujud nyata yang sudah ku hasilkan, banyak harusnya karya dan tanggung jawab yang harusnya sudah ku selesaikan dan ku tampilkan, tapi aku sangat tertinggal jauh aku menyia-nyiakan seluruh waktu, aku melewatkan banyak hal yang kinihanya bisa ku sesali tak pernah lisan ini berhenti untuk mengabarkan kepada semua orang bahwa waktu tak akan kembali, bahwa waktu tak akn berulang. Moment akan selalu berbeda walaupun dengan usaha yang sangat keras menyamakan hari, waktu, tempat, dan seluruh persiapan semua itu tak akan pernah menghasilkan moment yang sama, tak akan pernah.

"ORANG YANG PALING RUGI, IA LAH YANG TIDAK MENGGUNAKAN WAKTUNYA DENGAN BAIK" Kalimat yang berusaha ku ingat di setiap langkahku, kalimat yang berusaha ku jadikan tombak pilihan tertajam. Apakah ban yang bocor dapat di kembalikan secara sempurna tanpa menggantinya dengan yang baru, jawabannya tidak. hingga kini tak kutemui ban yang dapat kembali sempurna tanpa menggantinya dengan ban yang baru, dan itulah fakta hidup yang sebenarnya, fakta hidup yang sedang kita jalanin. Dalam keyakinan yang ku pahami adalah sebuah cerita baru menanti kita di akhir sana, cerita yang isinya adalah hasil dari karangan kita. cerita yang telah kita pilih sendiri, cerita yang akan menghadirkan hanya 2 susana yaitu membahagiakan dan menyengsarakan.

tulisan ini sempat menjadi draf beberapa jam sampai akhirnya aku publikasikan, Jum'at pukul 16:54 tepatnya pada tanggal 16 november 2018. aku sangat berharap tulisan ini menjadi titik permulaan citaku -- aku memohon dengan sebesar-besarnya untuk siapa pun yang membaca tulisan ini dapat mengirimkan doanya untuk saudara-saudara kita Gaza yang kembali di bombardir oleh zionis Israel, doa untuk diri kita sendiri agar di istiqomahkan di konsistenkan dan di beri petunjuk menuju jalan yang benar-benar lurus yang di ujungnya adalah Syurga yang penuh dengan kenikmatan, dan terakhir aku pun memohon doa dari seluruh pembaca agar aku bisa mewujudkan citaku untuk menjadi seorang penulis yang menyebarkan kebaikkan dan membuat orang-orang menjadi bertambah taat ke pada Rabb yang sesungguhnya..

Berdoa, apa harus menadahkan tangan? bagaimana menurut kalian. Dan bagiku menadahkan tangan bukanlah keharusan yang sangat harus kita lakukan, karena Allah akan selalu mendengar kita saat menadahkan tangan atau pun tidak. Karenanya di mana pun kita berada kita akan bisa dan sangat-sangat bisa untuk terus bermunajat memohon kepada Allah untuk apa pun yang kita inginkan, untuk apa pun yang kita harapkan namun sangat lah baik jika memang bisa kita tadahkan tangan untuk menerima apa pun yang telah kita minta kepada-Nya. Ingatlah bahwa menadahkan tangan saat berdoa membuat tangan kita menjadi berada di bawah dan tangan di bawah yang di bolehkan hanyalah kepada Allah tidak untuk sesama manusia..

Teman-temanku marilah kita bersama-sama untuk terus berdoa dan memohon untuk keselamatan Dunia dan terutama untuk AKHIRAT kita semua, karena aku tau dari hati terdalam semua manusia pasti meyakini akan adanya hari setelah kematian hanyalah kecongkakan hati yang membuatnya tak mau mengakuinya secara lisan.. Mari kita berdoa agar menjadi manusia yang bisa semakin baik lagi setiap harinya dan akhirnya akan diMati kan dalam keadaan yang paling Baik.. Aamiin......

Akhirnya aku ucapkan TERIMA KASIH banyak kepada kalian yang sudah menahan mata kalian untuk terus membaca tulisan ( yang masih sangat jauh dari baik ini ) hingga bagian akhir. semoga segala doa yang baik dapat kembali kepada kalian.. aamiin..

Okayy, Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh...



Komentar

Postingan populer dari blog ini

sayang waktu??

Berprogres_1

Manteman B-03 KP - PKT priode 3