Sang Bahlul
Sering sekali Kita mendengar kata "bahlul", sering sekali orang² melempatkan kata "bahlul" pada orang tertentu.. Tapi apakah Kita tau dari mana kata "Bahlul" yang artinya "bodoh" itu mulai di kenal banyak orang?
Bahlul adalah julukan seorang pemuda yang hidup pada masa kekhilafaan Abbasiyah dengan Rajanya yaitu Harun Ar Rasyid.
Setiap hari sang pemuda tersebut selalu duduk di atas sebidang kuburan yang di naungi oleh sebuah pohon, hal itulah yang membuat orang menjulukinya bahlul dan semua yang melintasi kuburan tersebut selalu berkata " Hai Bahlul.. Hai Bahlul " dan berlalu begitu saja.
Sang Raja pun melintasi kuburan tersebut dan berkata ..
" Hai Bahlul apa yang kamu lakukan di situ apakah kamu tidak waras ", Pemuda tersebut hanya melemparkan senyum ramah kepada sang Raja.
Hingga keesokan harinya Pemuda tersebut duduk di atas pohon yang ada di kuburan itu dan sang Raja kembali melintasi kuburan tersebut, Pemuda itu pun meneriaki sang Raja " Harun Ar Rasyid Gila, Harun Ar Rasyid Gila " mendengar perkataan tersebut sang Raja menghentikan langkah nya dan berkata " wahai Bahlul mengapa engkau mengatakan aku gila sesungguhnya aku waras dan kamulah yang gila karena kamu senantiasa duduk di atas kuburan dan tidak melakukan apa-apa",
lalu Pemuda itu menjawab " wahai Raja, kamulk lihat di sana( menunjuk ke arah istana Harun Ar Rasyid ) kamu tidur nyaman di sana dan kamu makan enak di sana, sementara itu adalah tempat yang fanah bagimu sedangkan aku duduk di sini dan berteduh di sini dari panasnya matahari dan ini( menunjuk ke arah kuburan yang ada di bawahnya ) adalah tempat yang kekal bagiku".
Mendengar kata² yang diucapkan sang Bahlul Raja Harun Ar Rasyid pun menangis dan berkata " Ya, kau benar wahai Bahlul, sekarang sebut 3 keinginanmu maka aku akan mengabulkannya"
Sang Bahlul pun menyampaikan permintaannya ..
" Wahai Raja mampukah engkau menambah umurku "
Sang Raja menjawab " aku tidak mampu, itu di luar kendaliku ".
Permintaan kedua kembali di lontarkan sang Pemuda " Wahai Raja mampukah engkau menunda ajalku ",
Raja pun kembali menjawab " aku tidak mampu " .
Dan pemintaan ke tiganya ialah " Wahai Raja mampukah engkau menjaminku untuk tidak masuk ke dalam api neraka "
Raja Harun Ar Rasyid pun menangis, karena seluruh permintaan sang bahlul tak dapat ia kabulkan.
Sementara sang bahlul adalah pemuda yg selalu dikatakan gila dan bodoh oleh seluruh penduduk ternyata sebenarnya adalah sosok Pemuda yang punya tingkat kewarasan dan keilmuan yang lebih tinggi dibandingkan seluruh penduduk wilayah tersebut.
Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah nyata di atas, bahwasanya kebanyakan kita menilai seseorang menggunakan kaca mata manusia/keduniaan yang di mana saat seseorang di beri harta yang berlimpah hidup yang nyaman maka itulah berkah dari Allah.
Namun tetapi Berkah adalah apa-apa yang akan menambahkan rasa syukur setia orang yang memiliki nya...
MaasyaAllaah~
BalasHapus~~ :(
HapusMasya Allah
BalasHapuswahh Mega
Hapus